Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kelas pilihan dalam Program Bunga 2015 ISP-MCE kali ini hanya ada dua kelas saja, yakni kelas Pencak Silat dan Kelas Batik. Entah apa sebabnya, tak seorang pun dari 15 mahasiswa Jepang ini yang tertarik untuk memilih kelas Tari seperti yang ada di angkatan sebelum-sebelumnya.

Untuk kelas Batik tahun ini diikuti oleh 10 mahasiswa dan kelas Pencak Silat diikuti oleh 5 mahasiswa. Dalam 8 kali pertemuan, para mahasiswa diharapkan sudah dapat menunujukkan hasil belajarnya yang akan ditampilkan pada saat acara penutupan nantinya.

Dalam kelas Batik ini, mereka, para mahasiswa diajarkan bagaimana membuat pola diatas kain, membatiknya dengan malam, memberikan warna dan juga pelorotan (menghapus malam), di bawah bimbingan ibu Dwi Setyorini.

Tak bisa dipungkiri, membuat batik seperti ini mungkin menjadi hal yang asing dan juga baru bagi para mahasiswa dari bangsa yang berbeda ini. Ada saja kesalahan-kesalahan kecil yang mereka lakukan, namun lewat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada Bu Rini yang selalu mendampingi, mereka pun semakin mengerti dan mengenal bagaimana proses membuat Batik dari awalnya.

8 pertemuan berlalu, rasa senang dan puas terpancar di wajah mereka saat memandangi batik hasil karya tangan mereka sendiri, dan itu pun membuat mereka bangga.

Lembar-lembar karya batik diatas kain persegiempat, beraneka motif seperti hewan, bunga dan topeng, diwarnai oleh warna-warna pilihan mereka sendiri, bergantungan menghiasi depan kantor ISP-MCE. Sementara para mahasiswa Jepang itu asik duduk bercengkerama sembari memandangi hasil karyanya dan menunggunya kering.

Tak ada yang sempurna, ada yang bagus ada yang ala kadarnya, ada yang cerah ada yang suram warnanya, namun keinginan serta minat mereka untuk mengenal juga belajar mengenai salah satu budaya asli sekaligus kebanggaan bangsa kita, itu sungguh patut dihargai dan diapresiasi.

sumber: http://www.malangflash.com/ispmce

Kelas Batik Program Bunga 2015 ISP-MCE